3 Tips Menemukan Ide Menulis

3 Kebiasaan Yang Melahirkan Ide Menulis

Menulis adalah hobi yang menyenangkan. Siapapun yang memilikinya-- benar-benar merasakannya-- tentu akan candu untuk terus menulis tanpa henti. Aku punya banyak kenalan penulis dan mereka menulis tiap hari. Hal ini sekurang-kurangnya aku tahu dari karya-karya mereka yang tiap tahun terbit, setidaknya di akun-akun media sosial mereka isinya tulisan-tulisan saja. Nah dari mana ide menulis itu mereka peroleh? Apakah menulis itu benar-benar bakat? Ataukah sekadar hobi? Ataukah hasil dari belajar yang dilakukan tanpa henti, terus menerus dan bagaimanakah proses menemukan ide-ide kreatif untuk bahan tulisan-tulisan selanjutnya?

Kalau kamu juga adalah seorang calon dan/ sudah mulai tertarik untuk menulis, kamu beruntung sekali menemukan artikel ini. Artikel ini memang aku tulis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan teman-teman yang mengirim pesan padaku, atau aku lihat di grup-grup komunitas menulis lainnya yang banyak sekali menanyakan tentang bagaimana menemukan ide untuk menulis. Kendala yang seringkali dirasakan oleh penulis-penulis pemula adalah bagaimana cara menemukan ide atau menuliskan ide itu agar menjadi tulisan.

Ide adalah bahan dasar untuk diolah. Seperti lauk-pauk yang akan dijadikan sambal. Karenanya, seorang koki tentu tahu bahan mentah untuk diolah jadi menu-menu yang enak, lalu dihidangkan pada pelanggannya. Jika bahan mentah itu dapat dicari di pasar dan warung-warung, ide juga sejatinya demikian. Ide juga bisa ditemukan di mana saja asal kamu tahu tempatnya dan caranya. Nah, dalam tulisan ini, Beranda Edukasi menyuguhkan 3 (Tiga) kebiasaan yang dapat menemukan ide untuk menulis. Kebiasaan ini sebenarnya adalah pengalaman pribadi juga pengalaman yang barangkali dijalani oleh penulis-penulis lainnya. Jika kebiasaan yang terdapat dalam tulisan ini tidak cocok dengan yang kamu jalani, kamu bisa menemukan kebiasaan lain di tulisan-tulisan di blog lainnya atau bertanya pada penulis kesukaanmu, ya.

#1. Duduk Pagi Hari Di Depan Rumah

Ketika pagi datang, pastinya indah dan cerah jika matahari menyertainya. Atau sewaktu-waktu bisa mendung tatkala matahari masih tertutupi awan dan berkabut. Apapun keadaan pagi itu, cobalah kamu duduk sebentar di depan rumahmu. Apakah untuk menghirup udara segar atau menyeruput kopi dan santapan pagi.

Waktu pagi adalah waktu santai dan menyenangkan untuk merefleksikan diri sejenak. Untuk mengingat hari-hari yang telah lalu dan memikirkan hari-hari yang akan kamu jalani kemudian. Pagi itu biasanya indah dan menenangkan. Jika kamu tinggal di perkampungan, maka kamu tentu akan sangat akrab dengan aroma padi dan tanam-tanaman di sekitarmu. Aroma tembakau di kebun-kebun sebelah kediamanmu. Juga suara-suara ternak, burung-burung yang berkicau di atas dahan-dahan pohon di sekitar rumahmu. Mungkin juga, kamu akan melihat anak-anak berangkat menuju sekolah, orangtua berangkat ke kebun, dan hal-hal yang lazim yang dapat kamu lihat di waktu pagi di rumahmu.

Jika kamu tinggal di perkotaan juga demikian. Kamu bisa mengamati ramainya lalu lintas. Orang-orang yang berlalu-lalang, hilir-mudik ke tempat tujuan masing-masing. Kamu tidak akan asing lagi dengan suara deru kendaraan yang bising, klakson yang nyaring terdengar seperti teriakan dan umpatan juga serupa nasihat (ya tergantung cara kamu mendengarnya juga). Nah cobalah nikmati suasana alam di sekitat tempat tinggalmu. Mengapa begitu?

Jika kamu telah mencoba membiasakan diri dengan cara seperti ini, dan kamu sudah mengamati lingkungan sekitarmu, maka aku yakin jika kamu benar-benar ingin menulis, kamu akan menemukan banyak ide untuk dituliskan. Jujur, aku menulis artikel ini juga sedang duduk di beranda rumah. Setiap hari sebelum berangkat kerja aku sempatkan duduk agak sebentar untuk mencari ide yang bisa aku tuliskan di waktu senggang nanti. Kamu bisa perhatikan hal-hal kecil yang ada di sekitarmu. Apakag itu suara kicauan burung, ramainya jalan, anak-anak sekolahan, tanam-tanaman, terserah. Kamu hisa ambil satu objek untuk dijadikan ide. Misal nih, kamu mau nulis cerpen, kamu bisa ambil ide dari anak sekolah. Waktu pertama kali aku nulis cerpen, aku mendapatkan ide dari anak sekolah yang memakai sepatu robek. Aku menemukan ide itu lalu aku buat judul cerpen "Sepatu Sebelah". Dari ide sederhana itu, kamu bisa mengambilnya sebagai bahan tulisan.

Untuk itu, kebiasaan ini dapat memberikan kamu ide-ide yang menarik. Kala pagi datang dengan suasana alam yang segar, itu membuat daya pikir dan imajinasimu berputas lebih hebat dari waktu lainnya. Kamu bisa juga mendapatkan ide di saat itu dari hasil renungan (imajinasi) yang akan kamu jadikan tulisan. Maka cobalah, jika kamu ingin menumbuhkan kebiasaan dalam mencari ide, ya.


#2 Jalan-jalan

Tips kedua ini adalah jalan-jalan. Tapi untuk kebiasaan yang satu ini memang membutuhkan biaya. Apalagi jika perjalanan yang ingin kamu tempuh adalah jarak yang jauh. Kamu harus sediakan budged yang cukup. Tapi kebanyakan penulis yang melakukan perjalanan tidak memiliki dana yang banyak. Dalam hal ini, mereka awalnya bermodal nekat dan memang betul-betul bertujuan untuk mencari ide dan menemukan inspirasi untuk tulisannya.

Jika kamu tak punya cukup modal buat jalan-jalan, tenang saja. Kamu gak mesti pergi jauh-jauh. Kamu bisa jalan-jalan dengan kendaraan kamu sendiri, atau jalan kaki sesanggup yang kamu mampu. Ke suatu tempat yang tak jauh dari tempat tinggalmu. Seperti jika kamu tinggal di kota sepertiku (Kota Padang),  kamu bisa jalan-jalan dengan modal sedikit. Ada banyak destinasi yang dapat kamu jangkau dengan modal yang sedikit pula. Yang penting kamu jalan-jalan deh. Keluar rumah kek atau kemana pun jadi.

Dari jalan-jalan itu, kamu akan menemukan banyak hal, berinteraksi dengan orang-orang, dan menemukan sesuatu yang baru. Dari situ kamu bisa mendapatkan ide untuk menulis. Apakah dari alam yang kamu singgahi, atau dari manusia yang kamu jumpai. Kamu bisa mengekplorasikan alam-alam sekitarmu, apakah dalam bentuk feature atau dalam cerita fiksi. Kamu bisa menemukan karakter manusia yang bisa kamu narasikan dalam tulisan-tulisan nantinya.

Kebiasaan yang kedua ini cukup membantumu untuk menemukan ide menulis. Jika memang kamu kesulitan untuk menemukan ide dengan cara sekarang. Cobalah, aku rasa kamu akan segera menemukan ide brilian untuk kamu tulis.

#3 Berteman Dengan Buku-buku

Kamu tentu sangat akrab dengan ungkapan, jika berteman dengan orang rajin, kamu juga ikutan rajin. Jika berkawan dengan teman pemalas, kamu juga ikutan malas. Pernahkan ya? Nah begitulah perumpaan dan pengaruh seorang teman dalam kehidupan ini. Lalu, jika kamu berteman dengan buku, bagaimana?

Setiap buku mempunyai nyawa masing-masing. Ada ruh dalam tulisan-tulisan itu. Ada banyak karakter yang kita temui, ada banyak kisah dan pengalaman yang dapat kita pelajari. Biasanya buku-buku berkualitas yang ditulis penulisnya adalah hasil dari pengalaman panjang penulis dan perjalanan menulisnya. Atau pengetahuan yang dalam dari hasil belajar sekian tahun lamanya. Ada sebuah buku yang ditulis setelah melakukan riset 20 tahunan dan itu luar biasa jika kamu berteman dengannya.

Kamu bisa berteman dengan buku apa saja yang bisa kamu miliki dan kamu sukai. Yang penting kamu harus menjalin pertemanan yang erat dengan buku. Dari pertemanan (membaca) buku-buku itu, kamu dengan sendirinya akan menemukan ide-ide bagus untuk ditulis. Bacaan akan menginspirasi pembacanya. Ibarat air yang dituangkan dari cerek kemudian kamu meminumnya. Maka bertemanlah dengan buku. Bacalah, pelajarilah, dan temukan ide dari hasil bacaan dan dari pertemanan itu.

Kemana pun kamu pergi, setidaknya bawalah satu buku yang akan kamu baca untuk teman duduk, teman sendiri, agar ketika kamu butuh ide dan wawasan, kamu bisa menemukan ide itu.

***

Tiga kebiasaan ini adalah tips sederhana yang bisa kamu lakukan setiap hari untuk menemukan bacaan-bacaan sebagai penunjang kamu dalam menulis dan untuk menemukan ide menulis.

Semoga bermanfaat dan bisa kamu jalani ya. Aku percaya, kamu akan segera menemukan ide. Di artikel lainnya aku akan menulis tips-tips lainnya terkait kepenulisan. Pantau terus ya blog ini.

Acet Asrival
[Padang, 13 Juni 2020]

📷 https://pin.it/4GmxlNb


Beranda Edukasi
Alumni Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Pegiat Forum Lingkar Pena Sumatera Barat.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter