Hari Baik?


Hari Baik?

Dulu, waktu kecilku, orang-orang tertua di sekitaran rumah sering bercakap, kapan 'Hari Baik' itu? Yang lain pun jawab, nelum ada tanda-tanda, sepertinya masih menunggu.

'Hari Baik' yang mereka maksud belakangan ini aku paham, bahwa 'Hari Baik' adalah hari spesial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang misalnya. Dulu yang aku tahu hari baik itu ketika uang di sakuku cukup untuk membeli jajan enak di sekolah atau bisa pergi ke pasar untuk beli beberapa buku cerita. Itu dulu.

Seiring usiaku bertambah dan perjalanan hidup kian panjang, aku mulai paham bahwa hari baik itu memang sangat diinginkan oleh tiap-tiap orang. Tapi tidak semua orang merasa mereka memiliki hari-hari baik dalam hidupnya. Mengapa? Karena hari baik dalam tiap-tiap orang berbeda-beda. Tak ada yang sepakat soal itu. Tapi semuanya setuju, jika hari-hari baik itu adalah tentang sesuatu yang terjadi pada hari itu dan hati mereka diliputi kebahagiaan.

Hari baik akan ditemui oleh tiap orang. Siapapun dia, pasti akan menemukan hari baik dalam hidupnya. Hari baik itu adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh tiap orang. Terlepas apakah dia anak kecil, remaja, dewasa, dan orangtua. Masing-masing orang dalam kehidupannya, tentu akan merasakan hari baik itu. Lantas apakah hari baik itu? Mari kita urai sedikit menurut persepsi tiap-tiap orang.

Setiap orang dengan kondisi yang dijalani, profesi yang dilakukan, dan impian yang sedang mereka usahakan, tentu mereka menanti-nanti hari baik itu. Bagi siswa hari baik itu adalah hari kelulusan dari sekolah. Bagi mahasiswa hari baik itu hari ketika mereka di wisuda. Bagi pencari kerja, hari baik itu ketika lamarannya diterima. Bagi muda-mudi, hari baik itu hari dimana mereka menjalani pernikahan. Bagi suami-istri, hari baik itu hari ketika buah hati lahir ke dunia ini dengan selamat. Bagi orangtua, hari baik itu ketika anak-anak mereka mendapatkan impian yang mereka cita-citakan. Bagi seorang yang sedang mengusahakan suatu hal, hari baik itu adalah ketika cita-citanya dapat dicapai dengan sukses.

Siapapun, punya hari baik dalam hidupnya. Namun kadang hari baik itu diidentikkan dengan hari-hari spesial dimana hari itu terasa sakral dan berbeda dari hari-hari yang lain. Akhirnya, ketika hari-hari spesial itu belum juga datang, mereka mengira hari baik itu entah kapan akan terjadi. Padahal, sabar sudah diambang pintu. Penantian sudah diujung tanduk. hasrat mengebu serupa angin yang mengirim debu ke wajah, lalu hari baik itu tak kunjung datang. Mereka putus asa.

Dalam hati kecilnya kadangkala terbesit mengapa hari itu tak kunjung datang? Padahal dia merasa sudah berusaha sekuat tenaga. Ia sudah melakukan berbagai cara. Ia sudah menunggu sekian lama. Hatinya memberontak akan nilai-nilai yang ia kandung selama ini. Ia berkecil hati dengan keadaan itu. Apalagi ketika teman-temannya sudah menemukan hari baik itu, sedangkan ia belum juga.

Hatinya menjadi sempit, apalagi ketika orang-orang bertanya kapan hari baik itu dimilikinya? Ia berkeluh kesah atas nasib yang menimpanya. Hari-hari yang ia jalani justru terbalik, semua hari terasa lebih buruk. Hidupnya semakin terjepit oleh realitas yang acapkali membuat ia ingin berteriak. Tapi apa daya, ia hanyalah orang-orang kecil yang sedang merasakan goncangan hebat dalam dirinya. Pertahannya kian rapuh. Hari-hari terasa suram-mencekam. Ia buka media sosial, orang-orang sudah banyak menemukan hari-hari baik mereka. Ada yang menikah, bekerja di perusahaan besar, naik pangkat dan jabatan, berkumpul dengan orang-orang yang disayang, mendapat rezeki yang berlimpah, dan sebagainya, dan sebagainya. Ia keluar dari rumah, melihat marawa di pinggir jalan, pesta pernikahan, orang-orang berkeliling dengan kendaraan mewah, orang-orang membangun istana, dan sebagainya. Hatinya kian terjepit dan sakit. Hari-hari baik dalam hidupnya hanyalah kamuflase yang pernah ia dengungkan selama ini. Ya hanya itu.

Baiklah. Kamu membaca ini tentu akan merenungkan juga kapan hari baik dalam hidupmu itu. Kamu tenang saja, nanti hari baik itu juga akan datang kepadamu jika hari yang kamu maksud itu adalah hari yang spesial yang kamu tunggu-tunggu. Hanya saja, aku ingin sekadar mengajak dan membawamu pada sebuah kesadaran bahwa semua hari yang kita jalani sekarang adalah hari-hari yang baik. Hari-hari yang tak pernah membawa kita pada kehancuran semangat dan pudarnya nilai-nilai yang selama ini kita perjuangkan. Semua yang kita ingin punya waktu yang tepat untuk kita miliki. Tuhan membuat cerita tentang hari spesial itu untuk kita.

Jika kini, kamu belum memilikinya, bukan berarti hari-hari yang kanu lalui adalah buruk. Bukan. Tiap hari itu adalah baik, jika kamu memandangnya dengan prasangka baik. Meskipun dalam keadaan sesusah apapun, tetaplah hari itu adalah hari baik untukmu. Tak ada yang buruk, tak ada yang membuatmu sial. Tapi, jika kamu terfokus pada anggapan bahwa hari baik itu adalah dimana kamu memiliki impian dan keinginanmu, maka sejatinya hari-hari lain yang kamu jalani tak lah berkesan dalam kehidupanmu.

Mulailah membangun keyakinan bahwa, kehidupan ini suatu yang sederhana, spesial, dan punya momentum. Setiap momentum punya waktunya masing-masing. Bangun keyakinan itu dan berdirilah di atasnya. Allah sebagai Pengatur segala hal, Pencipta setiap rupa, Pemberi semua rezeki, Pengabul setiap doa, tentu punya rencana untuk semua hamba-Nya. Jika kamu benar-benar yakin, Tuhan akan memberikan yang terbaik.

Hari-hari yang kita jalani adalah hari-hari yang baik. Tiap hari Allah berikan karunia, Allah curahkan rahmat, Allah berikan hidayah. Kurang apa lagi coba? Bahkan semua yang kita butuhkan, sudah Allah berikan. Jika kita memang menunggu, itu tandanya kita mampu. Jika kita masih mencari, itu tandanya kita masih berjuang. Semua akan indah di waktunya dan akan datang di saat yang tepat.

Semua hari itu baik. Semua keadaan itu baik. Setiap kesedihan ada kebaikan di dalamnya. Setiap kenikmatan ada kesedihan di dalamnya. Allah menguji hati kita dengan kesedihan dan kebahagiaan. Agar dari itu tumbuh sabar dan syukur. Allah uji akal kita dengan prasangka (baik dan buruk) agar di situ tumbuh semangat dan putus asa. Allah uji hari-hari kita dengan penantian dan momentum, agar saat itu kita berkata, "Allah Maha Baik" dan hari-hari yang kita jalani semua pasti baik.

Acet Asrival
(Padang, 12 Juni 2020)

https://www.berandaedukasi.com/2020/06/jangan-menyerah-kawan.html?m=1

Gambar: https://pin.it/1jbpKSB

Beranda Edukasi
Alumni Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Pegiat Forum Lingkar Pena Sumatera Barat.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter