Jangan Menyerah



Tidak ada yang benar-benar instan, kawan. Semuanya butuh proses. Hal terkecil dalam hidup pun butuh proses. Tak bisa langsung tiba-tiba muncul di hadapanmu atau tiba-tiba jatuh tepat di atas kepalamu. Hidup bukanlah seperti membalikkan telapak tangan, sukses juga tidak seperti mengedipkan mata. Hidup adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu waktu ke waktu lain. Sukses adalah perjuangan dari satu titik ke titik lain, dari satu cara ke cara lain. Tidak seperti menekan tombol lampu kemudian menyala terang di kamarmu. Tidak.

Dalam hidup dan kesuksesan, tidak instan, maka ada proses untuk menjalaninya. Ada usaha untuk mencarinya. Ada keyakinan untuk memilikinya. Jika tidak ada, hidupmu tak lah berarti. Kesuksesanmu hanyalah sebuah hayal yang sering muncul di waktu sepimu. Kamu tidak benar-benar bisa mendapatkannya, jika memang tidak mau menjalani proses itu. Karena banyak orang yang enggan untuk menjalani proses itu, hanya sedikit yang mencapai kesuksesan. Orang-orang yang berani menjalani proses, mereka itulah orang-orang yang betul-betul ingin sukses. Jangan salahkan takdirmu yang terlihat malang, salahkan saja kenapa kamu malas berjuang.

Memang itu tidak mudah. Kamu benar-benar dituntut untuk serius dan fokus. Jangan terbesit untuk menyerah. Karena menyerah memutuskan jembatanmu menuju kesuksesan. Cobalah tanya pada orang-orang yang dulunya menginginkan sesuatu, kemudian ia tak memilikinya. Tentu ia akan berkata jujur bahwa dia sudah menyerah.

Tiap orang adalah produk masa lalau yang gagal. Tapi ada yang bangkit dari kegagalan itu dan, ia tak menyerah. Ia terus melangkah dan percaya bahwa, perjalanannya masih butuh waktu, usahanya masih perlu dilanjutkan, cita-citanya menjadi kekuatan ia berjuang.
Ia percaya bahwa setiap orang punya kisah kegagalan masing-masing, tapi orang yang menyerah ia tak punya titik balik dalam pengembaraannya itu. Kamu harus kembali mencoba, menepis rasa enggan, menepikan rasa takut, dan menumbuhkan semangat.

Orang-orang yang sukses bukanlah orang-orang yang tiba-tiba hebat. Ia belajar dari setiap kegagalan. Ia rekam kembali, ia coba berulangkali. Jika satu cara tak membawa perbaikan, ia lakukan dengan cara lain. Jika begitu, ia adalah penemu teori baru dalam mencapai apa yang ia inginkan.

Aku selalu percaya, Kawan. Setiap keahlian dimulai dari ketidaktahuan. Stimulus dalam pikiran kamu mendorong untuk mencari tahu dan meresponnya dengan belajar. Belajar merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu yang relatif--lebih cepat jika giat, sedikit lambat bila terbatas. Sebab itu, para ahli dan filosof sering mengingatkan bahwa untuk menjadi handal kamu perlu mencoba dengan giat, melakukan banyak metode, dan merasakan cukup kegagalan.

Belum ada metode cepat atau instan yang dikemukakan para orang-orang sukses di bidangnya, tapi mereka mengatakan keahlian akan terbentuk selama kamu terus mengusahakannya. Di sini problem itu muncul, bahwa mindset yang disebabkan satu atau dua kegagalan akan mempengaruhi kinerja dan keseriusan kamu dalam mencapai keahlian tersebut. Kebanyakan orang meninggalkan apa yang sudah mereka kerjakan tanpa menyelesaikannya.

Dalam pepatah Cina disebutkan, "Kebiasaan yang diulang-ulang terus menerus akan menjadi keahlian," yang kemudian hari lebih populer dengan istilah habits. Jika anda memanah seratus kali, maka anda telah mencoba metode 100 macam dan salah satu cara itu adalah keahlian kamu yang bakal kamu lanjutkan, tekuni, dan kembangkan. Selamat mencoba sesuatu yang mustahil sampai kamu benar-benar mewujudkannya.

Jangan Menyerah, Itu Saja Cukup.

Kalaulah penanam bambu menyerah dan mengabaikan tanamannya itu, tentu sampai kini tanaman bambu tidak pernah tumbuh. Sebab, ia berjuang dan menunggu lima tahun lamanya sampai pohon bambu itu tumbuh. Dan ajaib, ketika lima tahun berlalu, batang bambu cuma butuh delapan pekan untuk tumbuh lebih dari 50 meter.

Artinya apa? Tak ada yang benar-benar instan.

Ya, sukses adalah perjalanan di garis yang tepat. Seumpama mistar, ia punya titik yang menghubungkan pada angka. Pergerakan dari titik nol ke angka satu adalah bagian dari proses. Ada peningkatan dalam setiap usaha. Ada keberhasilan dalam setiap perjuangan. Orang-orang yang menyerah itu, cenderung memaknai kesuksesan itu dengan hasil yang besar, karena tidak melihatnya, maka ia menyerah. Ia lupakan semua yang pernah ia lakukan.

Team Freales dalam vlog-nya berkata, "Sukses bisa menjadi jalan yang sepi. Bisa menjadi jalan yang sulit. Ini bukan untuk semua orang. Mereka yang mengikuti orang lain seperti domba tidak akan pernah tahu siapa mereka sebenarnya. Hanya mereka yang mengikuti jalannya sendiri yang dapat menemukan potensi sejati mereka. Mereka yang terbang sendiri memiliki sayap terkuat. Mereka yang berjalan sendiri memiliki arah hebat."

Puncak dari perjuangan itu adalah ketika kamu telah totalitas memberikan pelayanan terbaik untuk cita-citamu, ketika itu Tuhan akan memberikan hadiah istimewa dari perjuangan-perjuanganmu yang sudah kamu lakukan.

Jangan menyerah, karena kamu tidak pernah tahu, mungkin satu langkah lagi kamu akan menang. Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Jangan surut hanya karena kamu tidak punya apa-apa dan tidak ditemani siapa-siapa. Orang-orang yang sukses harus bertanggungjawab atas semua keadaan yang ia jalani.

Percayalah, semua hanya butuh waktu dan keseriusan.


Acet Asrival
(Padang, 12 Juni 2020)
Jika Hidup Terasa Sempit

gambar: https://unsplash.com/photos/Ef98zXHHJwk
Beranda Edukasi
Alumni Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Pegiat Forum Lingkar Pena Sumatera Barat.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter